1
Mar

Puisi Untuk Aurelie

   Posted by: Onik   in Puisi Untuk Anakku

Sembilan bulan,

Tubuhku menyulam sebuah mahakarya
Mahakarya pemujaan cinta
Dengan sebersit sukma melekat padanya
Teraba denyut jantung indah bernada
Mengalun lembut tenangkan jiwa

Sesekali gerak tubuh nyata terasa
Bergetar, bergelombang, bergeliat, gelitik raga
Elus lembut sang penanam sentuh rasa
Kedamaian hati menyembul dari balik duka
Duka yang terkadang tiba ketika sakit mendera

Hingga…

Tepat dipukul 19.15
Di sebuah ruang dingin yang terasa panas…
Terdengar tangis teramat kuat nan indah….
Membahana… hingga tak kuasa mata ini membuncah…

Selamat datang di dunia, bidadariku…
Untuk sesaat saja pejamkan dulu matamu,
Sebelum terangnya sinar sang ruang menusuk pupil mungilmu…
Dan tenanglah, biarkan dekapan cintaku memulai hari-harimu…

Tags:

1
Mar

Setelah Fajar Tadi

   Posted by: Onik   in Puisi Cinta

Kucoba telisik suara pagi
Namun kicau burung tak ada lagi
Laksana tercekik tak mampu bernyanyi

Memandang langit hanya ada kelabu
Lalu ke mana warna biru itu?
Yang biasa ada hiasi siang hariku

Mataharipun tenggelam di ufuk barat daya
Namun tak sedikitpun kulihat jingga
Sebab sosoknya tak lagi membawa cahaya

Dan ketika malam, tak tampak jua sang kirana
Apalagi bintang dengan kilauannya
Seakan angkasa telah hilang, jatuh menimpa kepala

Kehampaan… itu yang kurasa
Setelah fajar tadi, kau pergi selamanya

Tags:

1
Mar

Nyanyian Sepi

   Posted by: Onik   in Uncategorized

Resapi…
Dentingan gitar di antara lentik jemari
Memetikkan cintamu
Di tiap hembusan nada yang tercipta

Jiwai…
Alunan syahdu melodi dalam dada ini
Berlirikkan namamu
Di tiap kumandang syair yang terukir

Reff :

Di malam bergerimis gelap,
Aku berharap…
Kau kembali temani bernyanyi
Binasakan dinginnya sepi

Di hari berteteskan hujan,
Aku berangan…
Senandung kita tak akan berhenti
Mengaliri hangatnya mimpi

Merindu…
Sengaja kutuang dalam cawan lagu merdu
Ungkapan sederhana
Untuk senyum terindah yang pernah nyata

Tags:

1
Mar

Sehari Setelah Valentine

   Posted by: Onik   in Puisi Untuk Anakku

Sehari setelah Valentine
Kulihat kau lahir di antara cahaya
Tubuh rentan mungil berhias sayap malaikat
Suci… tak bernoda

Sehari setelah Valentine
Tangismu membahana perdengarkan gaung surga
Terdengar indah di tengah keengahan nafas
Merdu, denyutkan jantung yang nyaris berhenti

Sehari setelah Valentine
Jantungku dan jantungmu tak lagi bersatu
Terlepas sudah dari dalam raga
Namun tetap ada dalam jiwa dan cinta, selalu

Dan linangan airmata jatuh pancarkan bahagia
Akan karunia terindah yang telah tiba

1
Mar

Tanyakan Pada Gerimis

   Posted by: Onik   in Puisi Cinta

Pelangi bertanya padaku
Apa warnamu, hujan?
Bukankah air itu tak berwarna
Bening, sebening hatiku
Bisakah kau lihat cintaku?

Dan pelangi kembali bertanya
Kenapa kau selalu menghindari aku, hujan?
Bukankah bila aku masih di sini,
kau tak kan datang
Jadi kenapa kau bertanya?

Lagi-lagi pelangi bertanya
Kapan kita bisa saling beriringan?
Bukankah seharusnya kau tahu jawabnya
Kita tak mungkin bersama
Sudahlah berhentilah bertanya!

Sebab kalau kau masih ragu
Tanyakan saja pada gerimis
Karena dialah yang terdekat denganmu

1
Mar

Meski Kau Bilang Kau Tak Indah

   Posted by: Onik   in Puisi Cinta

Lengkungan terbias di cermin buram
Tak yakin tampak namun kutahu indah
Kedipan perlahan tersemat suram
Terhalang kabut namun tetaplah terindah

Rinduku terhampar di pasir tak bertuan
Cintaku terbelenggu di sekat dinding kelabu
Langkahi jurang terpuruk terjal dalam impian
Menggapai beribu malam tak pernah mampu

Bukalah sedikit celah untukku menggugah
Bisikkan kedamaian yang belum terjamah
Ungkapkan misteri yang tak pernah kau sadari
Bahwa hati telah membuncah resah terpatri

1
Mar

Malaikat Kecil

   Posted by: Onik   in Puisi Untuk Anakku

Seketika surga menghening
Tak ada canda dan tawa
Malaikat-malaikat kecil
Jatuh ke bumi…

Tubuh lemah patah sayap
Melawan panas sang mentari membakar
Tergolek tak berdaya
Bertahan dalam kabut gelap sang malam

Ku di sini,
Rindui kembalinya sang penghuni surga

Tags:

10
Nop

Hello Friends…!

   Posted by: Onik   in Puisi Persahabatan

S A H A B A T

Temaniku
Ketika mendung pudarkan warna
Munculkan mentari gradasikan pelangi

Bersamaku
Ketika kaku beku berselimut salju
Bangkitkan bara hangatkan hati

Salam persahabatan,

Onik

 

Tags: , , , , ,